qas30

--== It is Not Random But Designs ==--
Having trading discipline is the beginning; keeping discipline is the progress;
staying discipline is the success

Tahun 2013, Krisis Keuangan Diperkirakan Masuk Indonesia

Published on Jumat, 15 Maret 2013 12.32 // ,

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada Anggito Abimanyu memprediksi krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa akan pelan-pelan melanda ke Indonesia pada 2013. “Mungkin pada kuartal ke-empat,” katanya saat dihubungi Tempo Selasa 13 September 2011. Dampak ini tidak langsung masuk lantaran Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang bagus sejak tahun lalu.

Menurut Anggito krisis sulit dihindari oleh Indonesia lantaran krisis sekarang lebih berat ketimbang krisis 2008. Alasannya jika krisis 2008 bisa ditanggulangi dengan stimulus fiskal melalui utang sekarang ini negara-negara memiliki defisit anggaran yang besar ketimbang produk domestik bruto. Selain stimulus fiskal, lanjut Anggito, negara-negara yang tergabung dalam G-20 mampu melakukan penurunan suku bunga. “Sekarang ini, tidak banyak instrumen untuk menanggulangi krisis,” ujarnya. Situasi saat ini, menurut Anggito, belum ditemukan instrumen untuk mencegah krisis.

Anggito mencontohkan krisis di Amerika Serikat yang belum pulih. Mantan Kepala Badan Kebijkan Fiskal Kementerian Keuangan ini menilai Amerika tidak bisa menggunakan utang untuk memulihkan ekonominya. Biasanya, stimulus fiskal untuk penanggulangan krisis atau ekspansi ekonomi Amerika Serikat selalu bermodalkan utang. Namun kali ini defisit anggaran Amerika Serikat sudah melebihi 100 persen dari produk domestik bruto. “Kalau nambah utang Amerika akan terkena down grade (penurunan peringkat utang),” ujarnya.

Adapun ekonomi Indonesia, menurut Anggito, masih bisa bertahan lantaran fundamental yang bagus. “Pengalaman 2008 biasanya kita cukup tahan,” katanya. Kebijakan Bank Indonesia menarik devisa hasil ekspor dan kredit luar negeri agar disimpan di lembaga keuangan dalam negeri, menurut Anggito, merupakan langkah yang tepat. “Tapi biasanya itu dilakukan dalam keadaan damai,” ujarnya pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Senin 12 September 2011.

Kebijakan ini, menurut dia, bisa menciptakan rumor negatif bahwa di Indonesia juga terjadi krisis ekonomi. Namun pendapat Anggito disanggah oleh Direktur Econit Henri Saparini. “Kalau tidak sekarang kapan lagi,” ujarnya.

Selain penarikan valuta asing, menurut Anggito, pemerintah harus menggenjot Innitial Public Offering (IPO), stabilisasi surat utang negara, dan membuat kebijakan agar penempatan dana asing di dalam negeri menjadi lebih lama. Kebijakan IPO BUMN oleh pemerintah, menurut Anggito, dirasakan kurang lantaran jumlah IPO BUMN menurun beberapa tahun belakang. Apalagi Menteri BUMN Musatafa Abubakar memutuskan tidak akan ada lagi BUMN yang IPO di semester kedua tahun ini.

Krisis ekonomi global, membuat Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution pesimis target pertumbuhan ekonomi pemerintah 2012 sebesar 6,7 persen bakal tercapai. Menurut Darmin krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia sehingga menurunkan perdagangan internasional.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan krisis di Amerika Serikat tidak berpengaruh langsung terhadap ekspor Indonesia. Namun jika krisis Amerika Serikat mempengaruhi ekspor Cina, Jepang, dan India, rentetannya akan berdampak kepada Indonesia lantaran ekspor Indonesia ke tiga negara tersebut sangat besar.

 Krisis Uni Eropa Akan Berdampak Besar Pada Indonesia

Uni Eropa memang dikenal dengan rasa kesatuannya yang kuat. Namun mata uang Euro yang mempersatukan mereka, justru membuat situasi sulit untuk negara-negaranya. Krisis utang di zona Eropa ini mempunyai efek domino berkat kesepakatan satu mata uang di wilayah Eropa tersebut. Walaupun Indonesia bukan bagian dari Uni Eropa, tapi seluruh dunia dapat merasakan dampak krisisnya. Ini dikarenakan Benua Eropa didominasi negara maju yang mempunyai peran penting bagi negara-negara lainnya. Efek dari kondisi ekonomi yang buruk tersebut sampai hingga ke Tanah Air. 
efek domino
Indonesia berpotensi terkena krisis lagi! Pernyataan ini didukung oleh fakta yang dijabarkan Aviliani, ekonom dari InDEF (Institute for Development of Economics and Finance). “Kalau di Eropa ada negara yang utangnya jatuh tempo, orang ketakutan mau menaruh uang dimana pun. Jika kecenderungan di sana beritanya buruk, investor asing mengambil uang di pasar modal kita,” jelasnya. Contohnya, saat investor asing yang menarik dana berjumlah cukup besar sewaktu krisis di Yunani tahun lalu, Indonesia berpotensi krisis. “Beruntung BI cepat tanggap, sehingga tidak terjadi likuiditas,” ujar Aviliani. Faktanya, sewaktu krisis lalu orang cenderung ingin memegang uang cash karena merasa lebih aman. Sewaktu Jerman menawarkan akan membantu keadaan ekonomi tersebut, para investor asing kembali menaruh uang mereka. Tetapi, jika kabar dari salah satu negara Eropa, Italia misalnya, tidak bisa bayar utang mereka, kita harus mempersiapkan diri karena Indonesia terancam kena krisis lagi!
Bersiaplah, pasar Cina akan menyerbu Indonesia! Sebagai salah satu pengekspor terbesar, akan sulit bagi negara Cina untuk memasuki wilayah Eropa dikarenakan krisis yang melanda. “Yang dikhawatirkan adalah dengan ditutupnya pasar Eropa karena krisis, maka barang-barang ekspor Cina akan dialihkan secara besar-besaran ke Indonesia,” jelas Ratna Sari Loppies, Ketua komite Tetap Hukum dan Pengamanan Perdagangan. Serbuan barang Cina tersebut membuat panik pasar domestik Indonesia. Karena, diprediksikan akan menurunkan jumlah produksi dan juga penjualan dalam negeri. Hal ini dapat memicu adanya kerugian finansial serta pengurangan tenaga kerja (PHK) yang menghasilkan melejitnya tingkat pengangguran. “Satu-satunya cara untuk mengantisipasi keadaan buruk ini adalah dengan menjaga daya saing dan juga pasar domestik dalam negeri,” tambahnya.

0 comments

Leave a comment

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter!