qas30

--== It is Not Random But Designs ==--
Having trading discipline is the beginning; keeping discipline is the progress;
staying discipline is the success

Hadiah GRATIS..!! Buat Yang Baru Masuk Dunia Forex Trading Part 1

Published on: Rabu, 29 Mei 2013 in ,
Tulisan ini merupakan tulisannya dj_hetick, keren kalau menurut saya, nyeleneh namun real :

Banyak pemula yang kebingungan mempelajari Forex Trading.
Banyak yg beralasan ini-itu.
Klo Anda mau tahu bagaimana proses gue mengenal dan belajar Forex Trading.? Nih gue jawab.


 BUKU..!!!

Jaman gue belajar trading.. tidak ada mentor, tidak ada platform MT4, apalagi Demo Program, tidak ada acuan idola, tidak ada buku forex berbahasa indonesia, tidak ada situs2 forex trading dalam bahasa indonesia, apalagi forum forex trading dalam bahasa indo, padahal bahasa inggris gue masih jelek .

 Buku Forex dalam bahasa Indonesia.??? Hahaha.. BUKAN.
Saat itu ga ada buku yang membahas Forex Trading dalam bahasa Indonesia. Gue beli buku dalam bahasa Inggris semua.

Bahkan awal2nya, gue beli majalah2 forex dari luar negri semua. Gue baca pelan2, gue belajar perkata.. disebelah kiri buku forex berbahasa inggris, di sebelah kanannya ada kamus inggris-indonesia.

Ga punya duit.? Sama, gue juga...
Gue terpaksa pake CC orang laen [dosa masa lalu], untuk beli beberapa buku itu.

Dan yang paling sering, gue daftar di tiap forum atau situs yg akan kasih buku gratis. Entah itu buku edukasi Forex atau bahkan cuma buletin yg isinya tentu saja super rumit buat gue waktu itu. Yang penting buat gue saat itu, gue bisa baca segala hal yg berhubungan dengan Forex.

Alangkah beruntungnya kalian sekarang...
Banyak buku2 forex trading tersebar di toko buku, dan itu semua berbahasa indonesia.

Dan.. kalian masih kebingungan darimana memulai berlajar Forex Trading..???


 MENTOR, TUTOR, GURU
 Mentor.? Tenaga pengajar.? Tenaga pendidik.? Guru.? Hahahaaa... Ga ada itu semua.

Saat2 awal gue belajar forex trading, semua yang ada di sekeliling gue adalah manusia2 berhati iblis... mereka semua cuma tahu cara mencari uang dengan cepat, cari investor, dapet komisi ratusan juta..cuma itu.

Mau tanya siapa klo ada yg gue ga paham...? Lah wong mereka sendiri juga ga tahu apa2.
Mau berguru ke siapa..? Lah wong mereka cuma serigala berhati iblis dan budak uang.
Mau berguru dan tanya2 ke mentor luar negri.? lah wong bahasa inggris gue kacau abis, baca buku forex bahasa inggris aja masih per-kata, mana masih pake kamus.

Dan.. kalian masih kebingungan darimana memulai berlajar Forex Trading..???


 FORUM dan INTERNET

 Haih... jaman itu, mau cari informasi dan pengetahuan soal Forex Trading berbahasa Indonesia.? Mustahil.!!

Mau pake om Google, Yahoo search, MSN, dll...
Ketik aja kata FOREX TRADING... ntar yg keluar berbahasa inggris semua.

Ketik aja VALAS, PERDAGANGAN MATA UANG... ntar yg keluar informasi penukaran mata uang dan cerita2 buruk orang2 yang sudah bangkrut.
Ga ada itu namanya pengetahuan yang bisa dipelajari dalam bahasa Indonesia.

Kaskus.? Hehehee.. jaman itu, kaskus masih sangat terkenal dengan subforum yang "Restricted Area due security policy"

Coba sekarang ketik di Om Google.
Puluhan bahkan ratusan situs dan forum yang menyediakan dan membahas Forex Trading dalam bahasa Indonesia.
Banyak sharing2, tulisan2, dan curhatan dari mereka2 yang sudah lama belajar di bidang ini.
Banyak pengetahuan dasar sampai tingkat expert yang ditulis dalam bahasa indonesia, baik itu di situs, blog, forum, dll.

Dan.. kalian masih kebingungan darimana memulai berlajar Forex Trading..???



 PLATFORM MT4
 Aduhh.. alangkah enaknya saat2 ini, sudah ada platform MT4, sekarang malah MT5, dan banyak platform lain yang menyanggupi ekspetasi kita dalam belajar dan latihan.

Utak atik chart, tarik garis sana sini, tambahin indikator ini itu.

Posisi balance langsung tampil otomatis, posisi margin level, posisi yang terbuka dan sudah tertutup, stop loss dan take profit, semuanya serba otomatis tampil dan terhitung di monitor kita.
Pasang order.? Mau buy sell atau pasang pending order, tinggal klak klik sendiri di laptop.

Mau tau jaman gue awal belajar.? Hahahaa...
Coba tanya orang2 lama di dunia derivatives trading misal #mathaelank.

DIHITUNG MANUAL cuy....pake pulpen sama kertas.

Dihitung balancenya berapa, tahanan lo sampe berapa, duit tinggal berapa, klo open sekian ntar duit sanggup nahan sampe level berapa, klo pasang locking ntar equity tinggal berapa, klo open ntar equity jadi berapa, margin juga jadi berapa.
Semuanya dihitung manual... pake pulpen, kertas, sama kalkulator.

Mau trading.? Sama aja....PAKE TELPON, PULPEN, KERTAS, ama KALKULATOR..haha.

Masih harus teriak2, angkat telpon dulu sama kertas berisi posisi2 kita yang sudah ada sebelumnya di depan mata. Di eja satu persatu ordernya.

Bagaimana klo posisi terbuka sampe puluhan.? Ga bingung tuh.???
Hahaha.... jelas bingung banget..
Beberapa kali dulu gue sampe salah masukin order, karena tiap order harus ditutup dan dibuka manual. Mau likuidasi posisi malah jadi open posisi baru.

Mau utak atik chart.? Di PRINT dulu tuh chart, baru kita garis2 sendiri pake pulpen ma penggaris..hehe.

Dan.. kalian masih kebingungan berlajar Forex Trading..???

 DEMO TRADING

 Duh...ini nih yg paling enak... Kita sekarang bisa pake Demo Trading untuk mulai mengenal, belajar analisa, dll.
Kita sekarang tinggal download platform2 Trading yg jumlahnya puluhan... buka account demo, mulai dah.

Mau tau jaman dulu, mereka yg pengen belajar cuma bisa update harga lewat televisi, baik itu bloomberg dan reuters [untuk yg tajir], dan gue cuma bisa lewat Televisi lokal Indonesia..

Gue amati tiap hari harganya... gue catet di kertas di harga berapa gue masuk, trus gue hitung nominalnya, gue hitung ntar lepas posisi di harga berapa, mau di cut rugi di harga berapa, ntar duit tinggal berapa..

Semua masih pake pulpen, kertas, televisi, ama kalkulator. Sangat2 manual.

Dan.. kalian masih kebingungan darimana memulai berlajar Forex Trading..???


 Sang Maha Kuasa memberikan manusia kelebihan khusus dibanding segala ciptaannya yg lain di dunia ini. Dan itu adalah otak untuk berpikir dan menganalisa, bukan cuma sekedar insting. Kita bukan hewan bung.

Seorang filsafat pernah berkata: "Kemampuan terhebat dari manusia adalah Kemampuan Berimajinasi dan Berusaha Mewujudkannya....! Dari situlah tercipta segala kemajuan tehnologi.!"
----------------------------------------

Inti dari semuanya... Gue belajar dari serba kekurangan, dan dimasa kalian sekarang, gue rasa sudah cukup banyak sarana yg mendukung.

Klo gue bisa, kenapa anda tidak?
Klo anda bisa, kenapa gue tidak.?



No More Share Analysis

Published on: Senin, 27 Mei 2013 in
kapok Gua makin tahu makin ngeri....kagak lagi dah sharing system, indikator, dan analisa, takut disalah gunakan ama mereka mereka yang emang bejat niat cari keuntungan semata.,Iya dulu mah gue ada kepuasaan tersendiri ketika share analysa, system, dsb, dan gua rasa lebih cenderung pada rasa "ingin dapet pujian" alias Riya bin Takabbur binti sombong. lah lah setelah makin ke sini "Banyak orang sadis" di bisnis ini.

Ngalamin system dijual orang iya..baca baca kasus Investasi Amanah dengan EA nya yang ngaku master Suadi yang katanya buatan Trader Handal Malaysia yaitu Serjen Keroro, kemudian sang mastah ngaku telah MEMENANGKAN KEJUARAAN DUNIA TAHUN 2002, wk wkwkwkw Juara Dunia Trading ngadaiin seminar minta bayaran ha ha ha ha ha ha. dan kasus kasus lainnya.

Suck beneran..belom kasus Investasi investasi bodong lainnya ngeriiiiiiiiiii..gue..gak lagi and no more, enak aja kalau hasil capek capek harus di dapetin ama mereka yang bgt an mendingan gue nikmatin sendiri buat gue dan keluarga gue. Kalaupun hasilnya sebagai kewajiban gua share betul betul dengan mereka yang membutuhkan.

Gila sadis sadis...



Note:

Hati hati buat mereka yang awam untuk investasi investasian mendingan yang real - real saja gan.."everything is Not For Every single person" Alloh sudah atur itu semua..jangan tergiurlah dengan yang ngejanjiin yang gak gak berinvestasi di FX, commodities, dsb.


Buat temen - temen Trader hati hati juga jika share ah gan..!!! kan sayang juga jika kena ama bajingan bajingan begini..


Liberty Reserve Ditutup dan menjadi Scam

Published on: Minggu, 26 Mei 2013 in ,
Setelah sekian lama beroperasi secara ilegal, akhirnya media pembayaran LR (atau Liberty Reserve) www.libertyreserve.com sekarang telah tutup dan Scam.
Arthur Budovsky Belanchuk, 39(owner), Jumat ditangkap di Spanyol sebagai bagian dari investigasi pencucian uang yang dilakukan bersama oleh lembaga kepolisian di Amerika Serikat dan Kosta Rika.Kosta Rika jaksa José González Pablo kata Budovsky, warga Kosta Rika asal Ukraina, telah diselidiki sejak 2011 untuk pencucian uang menggunakan perusahaan yang ia ciptakan di negara yang disebut Liberty Reserve

Investigasi lokal mulai setelah ada permintaan dari kantor kejaksaan di New York. Pada hari Jumat, San José jaksa melakukan penggerebekan di rumah Budovsky dan kantor di Escazá, Santa Ana, sebelah barat daya dari San José, dan di provinsi Heredia, di utara ibukota. Bisnis Budovsky di Kosta Rika ternyata dibiayai dengan menggunakan uang dari pornografi website anak dan perdagangan narkoba di NewYork keyakinan baruMenurut catatan dari Departemen Kehakiman AS, pada tanggal 27 Juli 2006, Budovsky dan mitra diidentifikasi sebagai Vladimir Kats didakwa oleh negara bagian New York atas tuduhan operasi bisnis keuangan ilegal, GoldAge Inc, dari apartemen Brooklyn mereka.Mereka telah ditransmisikan setidaknya $ 30 juta untuk rekening mata uang digital di seluruh dunia sejak awal operasi pada tahun 2002. 

Pertukaran mata uang digital, GoldAge, diterima dan dikirimkan $ 4.000.000 antara 1 Januari 2006 dan 30 Juni 2006, sebagai bagian dari skema pencucian uang.Pelanggan membuka rekening GoldAge online dengan minimnya dokumentasi identitas, maka GoldAge membeli mata uang emas digital melalui akun tersebut, biaya terdakwa kadang-kadang melebihi $ 100.000.Pelanggan bisa memilih metode pembayaran mereka ke GoldAge: kawat pengiriman uang, deposito tunai, wesel pos atau cek.Akhirnya, pelanggan bisa menarik uang dengan meminta wire transfer ke rekening mana saja di dunia atau dengan memiliki cek dikirim ke setiap individu diidentifikasi.Budovsky dan Kats dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena terlibat dalam bisnis transmisi uang tanpa lisensi, pelanggaran kejahatan hukum perbankan negara, tetapi mendapat masa percobaan.

Hal ini tentu sangat berpengaruh bagi broker-broker ilegal yang menggunakan media LR ini, karena banyak uang nasabah yang akhirnya hilang di dalam LR tersebut.

Kasus LR ini mirip seperti kasus Media pembayaran E-Gold yang pernah populer pada awal tahun 2000an yang pada beberapa tahun lalu juga ditutup karena dianggap ilegal dan pencucian uang.
Kami himbau agar jangan menggunakan media-media yang ilegal seperti Liberty Reserve ataupun di Broker-broker yang tidak benar, karena sangat rawan dengan resiko seperti ini.

Gunakan media pembayaran yang legal seperti Paypal, Money Booker, Neteller, Kartu Kredit, Bank Wire Transfer dan semacamnya untuk metode yang aman. Dan hindari media pembayaran yang offshore dan tidak teregulasi.

It's Not Random It's Designed

Published on: in
 Ada yang mencibir barangkali ketika saya sering bicara "Balancing", qoute saya pribadipun : "It's Not Random But Designed". Sok Iye banget nih orang..he he he..


"Balance", keseimbangan, YinYang, tatanan alam yang terpola seimbang, dimana campur tangan Sang Kholiq termaktub disana, terciptanya siang dan malam, laki laki dan perempuan, benar dan salah, segalanya Sang Maha Pencipta ciptakan itu semua dengan pola..dengan hukum keseimbangan..ada yang lahir ada yang mati..bisa dibayangkan jika manusia hidup terus dan yang lahirpun terus bertambah, dsb.

Di dunia Tradepun sama, ada pola - pola keseimbangan dalam pergerakannya baik itu Future, exchange, commodities, dsb.

Pergerakan harga yang bergerak "terulang/berulang-ulang dan mengulang" bergerak demikian harmonis dalam range-range pergerakan harga dalam period - period waktu - waktu pergerakan, dia tidak akan terus di bawah ataupun sebaliknya.

Berita, aksi para hedge and fund, intervensi Bank Central, ataupun spekulan hanya sebuah sarana mempercepat pengulangan pergerakan harga yang memang harus bergerak seimbang dengan pola - pola pengulangan tadi.

Namun Harga akan tetap berjalan dalam rule - rule area yang membatasi range range pergerakan dalam tiap periodik untuk sampai pada periodik lainnya dimana harga akan kembali bergerak.

jadi apa yang dibutuhkan oleh seorang trader dalam melakukan analysis..??? mengetahui batasan pergerakan harga dalam period range per range sangat lah dibutuhkan dan menurut saya itu yang sangat utama, alat bantu seperti MA dengan logic period tertentu adalah pembantu saja untuk mengetahui lanjut atau tidaknya sebuah trend, saya tidak anti MA namun saya tidak menjadikan MA sebagai acuan Trade saya.

Harmonisasi "keseimbangan dengan gerakan mengulang" akan sangat jelas jika rule periodik pergerakan dalam Time Frame Per Time Frame sudah bisa di analysis.

Kejadian 911 ( nine one one )/ WTC di Bom, Tsunami Jepang, dan kejadian - kejadian yang diluar prediksi, betul berpengaruh, namun pada akhirnya hargapun akan kembali pada tatanan pola Keseimbangan Pola "balancing" Pola YinYang.

Mereka disana yang mengatur ini semua bukan orang - orang bodoh, mereka faham betul akan aturan ini, dan mereka gak akan membiarkan pergerakan tidak terpola dalam hukum keseimbangan, akan terus mengatur agar harga berada dalam tatanan keseimbangan.

Dan pergerakannyapun akan berulang dan mengulang dalam setiap range period dengan segala hukum batasannya yang akan membatasi.

sukses..





Terima kasih Yaa Ghoniyyu Yaa Hayyu Yaa Qoyyum..untuk semua ini,  terima kasih.....

Set Your Trade Style

Masing - masing Trade Style punya ke unikan tersendiri, risk dan reward tersendiri juga, rule rule yang menbatasinyapun akan lain, sebetulnya tergantung dari system dan aturan tradernya itu sendiri.

Swing Trade atau long term Trade, acuan Risk nya akan ditentukan sedemikian rupa pun rewardnya, target gak mungkin 100 pips per trade, tradernya pun gak nongkrongin chart seharian, range Weekly dan Monthly umumnya yang akan di analisa minimal Daily. Trade dengan swing lebih aman sebetulnya, margin masuk paling besar 5% itupun sudah kebesaran 2% sangat ideal, bulak baliknya harga tidak menjadikan pengaruh besar bagi seorang swing trader, bentuk investasi lebih dijadikan sasaran bagi swing trader.
hasil tentu akan jauh dengan Intraday Trade atau yang Scalpingan, ibaratkan petani yang tanam durian dimana panennya hanya setahun sekali.

Intraday Dan Scalping, Kebanyakan Intraday Trader atau scalper betul - betul mencari pola pola koreksi pada TF-TF kecil, baik itu memanfaatkan retrace, pull back, atau divergence, atau ikut entry kembali ketika trend betul betul telah terbentuk, akurasi entry sangat diperlukan untuk seorang intraday trader/scalper.

Misal: Seorang swing trader akan berani entry posisi setelah dia analisa TF-TF besar, padahal dalam TF kecil misalnya di M1-M5 atau M15, M30 harga ada dalam titik S/R yang jelas akan ada koreksi di TF TF tersebut, masuk market set TP dan SL kemudian tutup chart atau matiin komputer lalu lanjut dengan aktifitas keseharian lainnya diluar trade, paling paling buka chart besok atau lusa atau mungkin 1 minggu kemudian atau 1 bulan kemudian.

Tentu beda dengan Intraday Trader/Scalper, mengetahui batasan pergerakan dalam TF-TF kecil sangat sangat mutlak untuk meminimalkan risk..titik titik entry terbaik akan selalu dicari atau dia hanya akan ikut trend jadi saja ( trend sudah betul - betul confirm ).

SL ketat TP pun hanya sebatas range harian saja bahkan kurang dari itu, gk ada moment yang bagus ya tidak trade, dan rule rule lainnya.

Intraday Trader dan scalper umumnya hasil tradenya pun jauh lebih wow drpd swing trade, karena banyak pola koreksi harga yang dia ikutin walau dengan jumlah pips sedikit namun karena seringnya dia entry ketika momen momen di dapat maka hasilnyapun akan lumayan.

Risk lebih besar dr swing trade, banyakan yang loss dalam bidang ini adalah mereka yang berpola intraday trade dan scalper, seringnya kena SL sebelum harga berbalik lama lama ngurangin margin juga, NO SL tentu terlalu beresiko jika tanpa pengetahuan yang tepat akan pola batasan - batasan dalam setiap Time Frame.

Kecenderungan nongkrongin Monitor jauh lebih banyak frekwensinya, bahkan ada yang gk berani ninggalin PC jika sedang trade. he he he, dan marah marah jika ada yang dirasa mengganggu dia.

Tentukan pola trade style kita, sesuaikan dengan karakter pribadi kita, seorang pemarah gak sabaran, cepet naek tensi saya sarankan jangan intraday atau scalpingan, lebih baik belajar swing trade saja biar gak Stress..!!

apapun pola trade kita baik itu swing atau intraday pengetahuan pola batasan harga sangat - sangat penting..!!!

sukses selalu..

Investasi - investasi an Trader Trader an

Published on: Sabtu, 25 Mei 2013 in
Sebuah Keberhasilan bukan untuk disombongkan namun juga tidak untuk disembunyikan, setidaknya bisa jadi sebuah bahan motivasi pembelajaran buat sebagian lainnya.

"Mimpi" cepet kaya di dunia investasi baik itu Stock, Foreign Exchange, Commodities, CFD dsb menjadi jembatan singkat bagi mereka yang memang belum mengetahui "getirnya" bidang ini. Perjalanannya pahit Jendral..bukan jalan singkat, perlu berdarah darah dulu untuk sampai ketahap tersebut, materi mah sudah pasti iya, blom yang lain - lainnya.

Setelah system ( Trading System atau MM ) di dapatpun "belum tentu" dia bisa menjalankan systemnya dengan baik, karena ada faktor x lainnya yaitu psikologi. Banyak sekali faktor - faktor yang bisa membuat seseorang sulit mencapai titik tertentu dsalam bidang ini.

Jangan tergiur oleh hal yang gak gak..dengan mimpi "bisa cepat kaya dari forex atau bidang investasi lainnya".  Begini loh Boss..anda mungkin sering lihat stament2 an yang di upload banyak orang..trus tampilin di web atau media sosial atau lainnya, atau juga ada orang yang ngadaiin seminar, jualan dvd trading, system atau indikator, EA dsb, atau yang nawarin anda untuk jadi nasabahnya ( jalanin duit anda untuk dia tradingkan.

Yuk kita pake logika..jika mereka - mereka ini sudah bisa dibilang bisa mapan atau merasakan hasil dari trading, atau sdh bisa menjadikan trade for life, akankah mereka begitu..???

Ngapaiin mesti jual - jual system/indicator..??? mendingan juga buat sendiri, pake sendiri kalaupun share hanya pada orang - orang tertentu karena itu akan sangat "sakral" sifatnya, ibarat chef hebat yang punya makanan sangat disukai orang lalu sangat laris dipasaran mungkinkah dia akan publish resepnya atau jual resep tersebut..??? saya fikir gak.

Buat apa mesti narik nasabah atau jalanin duit orang toh dengan duit sendiri saja walaupun modal kecil misalnya sudah bisa dia jadikan sarana untuk mencari keuntungan/penghasilan, lalu ngapaiin juga mesti ngadaiin seminar dengan narik bayaran segini segitu dari para peserta..??? capek capek juga, mendingan juga waktunya dipake trade kan mayan malahan bisa menghasilkan lebih dari ngadaiin seminar tsb.

"buat share..biar nebie pada pinter trade" alasan klise..he he he intinya ya nyari duit aja, menjadikan Fx sebagai bisnis sampingan hehehe jadi nyari duit dengan bisnis di fx bukan pembisnis di fx sebagai trader.

Masih banyak mereka yang mau berbagi di net,..yang memberikan semuanya ikhlas..betul - betul share..karena merekapun mengalamin proses yang sama...saran saya belajar saja sendiri gk usah mempercayakan duit dijalanin orang, gk perlu beli beli system indikator atau EA yang gk jelas,  jangan tergiur oleh stament-stamentan bisa ja itu account demo atau nano account..fikir pakai logika segalanya..karena banyak sekali yang mencoba untuk main kotor dibidang ini ngeres otaknya ingin memanfaatkan mereka yang mudah tergiur terutama mereka yg baru dalam bidang ini.

sukses




Market Moves Make You Panic..??

Published on: in ,
1.  It is not really “different this time.”  Vanguard, in a recent study entitled “Stock Market Volatility:  Extraordinary or ‘Ordinary’?”, concludes that recent volatility appears extraordinary compared to the relative calm of the markets in 2010, but is in fact “ordinary” when compared to similar periods characterized by major global macro events – they cite the Asian currency crisis of 1997, the Russian debt default and bailout of Long-term Capital Management in 1998, the tech market bubble (2000-2002), and of course the financial crisis of 2008-2009.  Market volatility spiked in similar ways during each of these events as markets tried to re-price risk in the face of startling new information.  This time it is political paralysis and the European sovereign debt crisis.  So the reason is different, but the market reacts to crisis in similar fashion, over and over again.

2.  Diversification provides a remarkable amount of protection from volatility.  Information in the charts below is taken from the same Vanguard study mentioned above.



3.   The only way to fully participate in the up days is to be able to withstand the down days.  Volatility refers to moves in both directions.
4.   Remember that you are investing and not trading.  “Sitting out” the current volatility is an appealing notion, but timing the market is something better left to speculators and traders.  Trying to benefit from correct predictions of short-term moves in the market is not a long-term investment strategy.
5.   “The market has been volatile and just dropped dramatically – what do I do now?”  This is a bad question and bad questions do not lead to good investment decisions.  A better question would be, “Am I still taking an appropriate amount of risk considering my goals and time horizon?”
Sticking to your disciplined investment strategy is a better response than panic.  When stock prices tumble and bond prices soar, it provides an opportunity to rebalance your portfolio by taking some profits from the bonds and buying stocks at reduced prices.

Larry R. Williams

Published on: Sabtu, 18 Mei 2013 in


Seorang lulusan jurnalistik University of Oregon ini pernah mengubah sebuah account realnya dari sebesar hanya $10.000 menjadi $1.147.000 dalam waktu hanya 12 bulan pada sebuah perlombaan trading yang diselenggarakan oleh Robbins Trading Company. Belum pernah ada yang menyamainya ketika rekor profit ini dibuat oleh Williams. Bila Anda pernah mendengar indikator bernama Williams %R, Anda sedang menatap foto penemunya saat ini dilayar komputer Anda.

Larry R. Williams dikenal sebagai seorang analis trader komoditi dan saham. Larry R. Williams adalah lulusan dari universitas University of Oregon, dengan gelar BS pada jurusan Jurnalistik.
Pada tahun 1982 bukunya yang berjudul “How to Prosper in the Coming Good Years” diterbitkan. Prediksi yang terdapat dalam bukunya mengatakan bahwa gelombang kenaikan harga saham akan menjadi kenyataan. Buku itu ditulis ketika banyak orang terkemuka kala itu pesimis bahwa pertumbuhan ekonomi dan nilai saham akan terus berjalan melambat akhirnya membenarkan prediksi William.
Pada tahun 1987, Williams memenangkan perlombaan World Cup Championship of Futures Trading, yang disponsori oleh perusahaan Robbins Trading Company dengan cara bertrading dengan modal awal $10.000 dengan uang nyata menjadi $ 1.147.000 dalam 12 bulan yang merupakan rekor dimana tak seorangpun yang menyamainya saat itu. Sebuah momen yang tak terlupakan dimana Williams memenangkan uang lebih dari $ 2.000.000 pada akhir September, merugi $750.000 pada bulan Oktober 1987, dan akhirnya mendapatkan $ 1.147.000 pada akhir tahun.
Ketika ada komentar miring yang mengatakan bahwa Williams memegang dua akun selama kompetisi-satu menang dan satu kalah-pihak CFTC dan NFA membuktikan bahwa hal itu adalah sebuah pernyataan yang tidak benar. Kompetisi yang diikuti Williams disponsori oleh National Futures Association dan Commodity Futures Trading Commission.

Pada tahun 1997, saat anak perempuannya, Michelle Williams, berumur 16 tahun menggunakan cara Williams bertrading pada kompetisi yang sama dan mendapatkan keuntungan 1000% pada modal awal sebesar US$ 10.000.

Pada tahun 1998, ia menerima gelar sebagai First Doctor of Futures Award dan juga Omega Research’s Lifetime Achievement Award pada tahun berikutnya. Secara khusus dia juga membuat dua buah indikator teknikal yaitu Williams %R & Ultimate Oscillator. Williams juga dikenal sebagai pengarang buku komoditi yang berjudul Commitment of Trader Reports yang merupakan karya teranyarnya.
Williams sempat ditahan di Australia karena diduga melarikan diri dari membayar pajak di Amerika. Pada bulan Maret 2007 dia memenangkan perkara tersebut dan pada tanggal 2 Agustus 2007 pemerintah Federal setempat membebaskannya tetapi dengan uang jaminan $AUD 1.000.000.

Ed Seykota

Published on: in


Meskipun nyaris tidak dikenal baik bagi masyarakat umum maupun komunitas keuangan, namun keberhasilannya dapat membuatnya dikategorikan sebagai salah satu trader terbaik di masanya. Pada awal tahun 70an, Ed Seykota bekerja di salah satu perusahaan pialang terkemuka saat itu dan mengembangkan sistem trading komersial pertama yang berbasiskan komputer. Sistem tersebut digunakan dalam pasar komoditi dan dengan hasil yang cukup mengesankan tapi campur tangan dari perusahaan mengakibatkan turunnya performance tradingnya.
Salah satu orang yang menggunakan sistemnya dalam live account dan mulai trading dengan US$ 5,000, 12 tahun kemudian dananya telah meningkat menjadi US$ 15 juta. Ed merupakan salah satu pelopor ‘Mechanical Trading‘.

Edward Arthur Seykota atau biasa lebih dikenal dengan nama Ed Seykota lahir pada tanggal 7 Agustus 1946. Dia dikenal sebagai seorang komoditi trader. Beliau mendapatkan gelar B. Sc. Pada bidang teknik elektro dan manajemen dari MIT di tahun 1969.

Hingga akhir tahun 1960 Ed Saykota bertrading di U.S. Treasury. Lalu ia beralih ke komoditi trading. Brokernya menawarkan kontrak perdagangan tembaga. Dia mengalami kerugian saat pertama kali bertrading. Lalu ia beralih ke perak. Posisi Buy dipilih oleh Ed. Ternyata harga perak jatuh dan menyentuh posisi Stop Lossnya. Loss dua kali membuat Ed belajar banyak hal dimana betapa mengagumkannya pergerakan market. Ed membaca buku karangan Richard Donchian, yang memberikan pengajaran tentang sebuah mekanisme sistem trading yang mengalahkan pasar. Pertama kali membaca, Ed langsung berkomentar hal itu adalah tidak mungkin. Ed kemudian membuat program komputer dan langsung ditest saat bertrading. Terbukti teori Richard Donchian betul. Kesimpulannya dengan mempelajari market, kita dapat mempraktekan trading for living (trading untuk hidup) dalam kehidupan kita.
Salah satu keunikan Ed Seykota dibanding trader lainnya adalah evaluasi diri yang secara terus menerus dan perhatiannya yang sangat besar tentang psikologi dalam trading. Sementara trader-trader lain kebanyakan melakukan trading secara mechanical, Ed seykota melakukan kombinasi antara mechanical dan non-mechanical (judgemental).

Methodology

Basic dari peraturan trend trading menrut Ed Saykota adalah :
1. Bertradinglah dengan menggunakan trend trading
2. Pelajari tentang cut loss dan jadilah pemenang selalu.
3. Gunakan manajemen resiko
Trend
Banyak trader menanyakan apa definisi dari Trend kuat menurut Ed. Berikut adalah definisinya :
1. Lebih kuat atau lebih tinggi dari nilai yang diprediksikan.
2. Potensial. Mempunyai atau mempunyai kemampuan untuk naik atau turun lebih lagi.
3. Kuat(tidak terkalahkan) : dapat menanggung segala koreksi keatas maupun ke bawah.
Resiko
Menurut Ed, resiko yang dapat kita ambil setiap kali bertrading Forex adalah 0.5 – 25% dari Equity.

Performance

  • Pada tahun 1970 ia mempelopori sebuah sistem trading yang terkomputerisasi untuk pasar futures. Pada dasarnya sistem trading yang dikembangkannya berasal dari exponetial moving averages (SMA)
  • Performance trading pribadinya tidak pernah dibuka secara umum, namun ada orang di bawah binaanya mencapai performance sampai 250,000% dalam live accountnya.
  • Guru dari banyak trader terkenal lainnya termasuk Michael Marcus, David Druz, Jim Hamer, Jason Dekker, Michael Stephani, dan Jason Russel
Interesting Story
Dia juga sering menyederhanakan masalah yang cukup rumit dalam sebuah kalimat yang singkat dan sederhana, kadang juga menggunakan gambar dalam menjelaskan maksud pembicaraannya. Kehidupan kesehariannya, Ed juga sering bekerja sama dengan banyak orang. Beliau banyak membangun Website diantaranya adalah web Trading Tribe. Didalam web itu terdapat isu psikologi dan emosional yang melekat pada diri trader dan investor (Ed Saykota mengatakan hal ini amat penting) .
Murid-murid Ed menjadi orang yang berhasil dalam bertrading di Stock, Index, Komodity maupun Forex, diantaranya adalah Michael Martin, Jim Hamer, Greg Smith, dan Chauncey DiLaura & David Druz. Michael Martin yang juga merupakan murid dari Ed Saykota menghasilkan profit 76.04% dan menduduki peringkat 1 pada kompetisi trading di AutumnGold.com.
Richard Dennis (pencipta Turtle Rules) bukan satu-satunya pengajar trend following. Ada beberapa kalangan yang mengatakan Ed Saykota mempunyai murid lebih banyak dari Dennis.
Berikut ini merupakan kutipan menarik dari seorang yang telah mengenal Ed sebelumnya.
Journalists, interviewers and such like to hedge their praise and use phrases such as “one of the best traders” etc. If one looks at Ed Seykota’s model account record, and compares it with anyone else, historical or contemporary, he is the best trader in history, period. Isn’t he? Who else comes close? I don’t know of anyone. Livermore made fortunes but had drawdowns to zero. There are numerous examples of managers with a few years of meteoric returns who subsequently blow up. The household names, Buffet and Soros, are less than half of Ed’s return each year. One might apply filters such as Sharpe ratios, AUM, etc, and perhaps massage the results. But as far as the one central metric — raw percentage profit — Ed is above anyone else I know, and I’ve been around managing money for 20 years.
Easan Katir
December 2003

Theo F Tumeon

Published on: in
Rupiah terpuruk, perekonomian gonjang-ganjing, dan negara di ambang kebangkrutan. Ekonom bersuara, tak ketinggalan pula para anggota DPR. Pengamat baru bermunculan. Makin bingunglah orang. Uraian siapakah yang jadi pegangan? “Tak ada yang bisa memberikan gambaran soal pasar uang dengan lebih jelas selain para pemain Forex (Valas),” kata Theo Francisco Toemion (42), pengamat pasar uang sekaligus pemain Forex (Valas), meski kini lebih banyak membagi pengetahuan soal dunia yang telah belasan tahun ditekuninya itu kepada orang lain.
Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Ada perbedaan antara pandangan para pakar dengan Theo F. Thoemion sehubungan dengan krisis ekonomi yang memburuk sejak kuartal terakhir tahun lalu. Pihak pertama lebih melihat krisis berpangkal pada lemahnya sistem perbankan, kebocoran anggaran, buruknya pengawasan, monopoli, kolusi, korupsi, nepotisme, dan ekonomi biaya tinggi. Sedangkan Theo lebih melihat ulah spekulan di pasar uang sebagai sebab paling dominan. Sisi-sisi negatif penyebab keroposnya fondasi ekonomi itulah yang menyebabkan krisis tak segera bisa diatasi. Kalau Korea, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia bisa pulih dalam hitungan bulan, negara kita jauh lebih lama.

Sebagai pelaku pasar Forex (Valas), Theo tahu betul, tanda-tanda bencana telah muncul sejak lama. Semuanya adalah permainan para fund manager atau pemain pasar Forex (Valas), yang diwarnai keinginan untuk menguji ketangguhan otoritas moneter suatu negara. Ia tahu bagaimana pedagang besar Forex (Valas) – yang acap disebut spekulan – semacam George Soros memainkan peran dalam Yendaka, melambungnya nilai tukar Yen terhadap AS $, pada 1994. Ia juga mencatat, permainan para spekulan di Eropa memaksa pembahasan mata uang tunggal Eropa (Euromoney) lebih diintensifkan pada 1996. Selewat masa itu, para spekulan memang menurunkan aktivitas. Tapi lewat media massa Theo memperingatkan, “Hati-hati, bukan mustahil mereka akan mengalihkan perhatian ke Asia,” begitu antara lain tulisnya saat itu. “Mereka menunggu kesempatan bermain mata uang menarik, exotic currencies seperti Won, Bath, Peso, Ringgit, atau Rupiah. Jangan lupa, Indonesia negara kaya. Karena itulah mereka membidik kawasan ini, bukan ke Afrika, misalnya.”

Betapa tidak. Salah satu kawasan paling dinamis di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi tiap negara rata-rata 7%/tahun, itu tak punya batasan berarti bagi lalu-lintas devisa. Otoritas moneternya juga belum teruji. Kalau dalam persaingan di Amerika, Eropa, dan Jepang para spekulan sering kalah, siapa tahu di kawasan ini. Maka bermainlah mereka.

Pertengahan tahun lalu, saat pemerintah memperlebar pita intervensi, mereka menangkap sinyal “tantangan” itu, dan terpacu gairah untuk bermain dengan Rupiah. Ketika Oktober 1997 duet Soedradjat Djiwandono – Mar’ie Muhammad memutuskan untuk melepas ambang intervensi, mereka pun mendobrak. Rupanya, keputusan historis untuk membiarkan Rupiah mengambang bebas itu tak didukung kondisi yang cukup. Nilai tukar dikuasai dan dimainkan, bahkan dalam seminggu bisa terdepresiasi sampai 50%. Utang membengkak, harga barang melonjak, produksi mandek, banyak perusahaan bangkrut. Inflasi membubung, dan perekonomian nyaris ambruk. Tak disangka, fondasi ekonomi kita demikian keropos.boleh ada berita buruk.
Ada 4 faktor yang menurut Theo bisa jadi penentu naik turunnya kurs: fondasi ekonomi makro, carta/grafik berdasarkan rumus, faktor teknis-psikologis, dan ulah para spekulan. Soal fondasi ekonomi, menurut Theo, pasar telah mendapat bukti rentannya perekonomian kita. Carta atau grafik pun sudah dibuat saat kita menempuh rezim devisa terkontrol; misalnya dengan mematok depresiasi tahunan 3 – 4%. Sedangkan faktor psikologis sangat berhubungan dengan ulah spekulan, apa lagi dalam rezim devisa bebas. “Sekali pasar memperoleh bukti mata uang suatu negara bisa didikte, mereka mendikte terus.”

Pendiktean harga, yang terjadi setelah ada dorongan psikologis, berawal dari berita-berita politik yang berpotensi “dimainkan”. Theo menunjuk contoh, seluruh dunia tahu Indonesia pra-11 Maret 1998 menghadapi suksesi. Maka berita tentang Presiden Soeharto dan situasi sosial politik menjadi bahan permainan spekulan. Keadaan sakit, yang dalam bahasa Inggris bisa dirumuskan dalam beberapa kata, mulai dari He’s sick, He’s ill, sampai He’s seriously ill, mengakibatkan beraneka nilai kurs.

Memang benar. Menurut catatan Theo, grafik penurunan itu berlangsung sejak bank sentral ketahuan tak punya nyali sehingga menyebabkan Rupiah turun dari Rp 3.000,- ke Rp 3.800,- terhadap AS $. Angka turun lagi ke Rp 4.400,- karena Pak Harto istirahat. Kemudian menjadi Rp 4.800,- karena imbas krisis Korea, turun ke Rp 5.600,- karena Pak Harto batal ke Malaysia, dan dari Rp 6.200,- ke Rp 9.000,- karena pencalonan B.J. Habibie sebagai wakil presiden. Kurs membaik setelah penandatanganan nota kesepakatan dengan IMF 15 Januari, namun turun lagi setelah terjadi beberapa kerusuhan dan demonstrasi.
Kenyataan itu membuktikan, dalam rezim devisa bebas segala berita dan peristiwa baik menjadi syarat utama. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya.
Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. “Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini,” kata Theo. “Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan. Pemain seperti saya yang diperhatikan”
Lantas, berapa kurs AS $ yang wajar? “Ambil nilai terakhir sebelum krisis Rp 2.400,-. Ditambah 80%-lah, sekitar Rp 4.320,-.” Penjelasannya, dalam 10 tahun terakhir perbedaan suku bunga antara AS $ dan Rupiah sekitar 10%. Suku bunga AS $ 5% dan suku bunga Rupiah 15%. Selisihnya 10%, dan dalam 10 tahun menjadi 100%. Sementara depresiasi per tahun, katakanlah 4%. Jadi dalam 10 tahun menjadi 40%. “Nah, selisih antara perbedaan suku bunga dan depresiasi dalam 10 tahun, 100% – 40% = 60%. Tak usah dipatok 60%; beri kemungkinan sampai 80% untuk ditambahkan pada kurs terakhir. Jadi 180% dari Rp 2.400,- = Rp 4.320.”
Tapi sekali lagi kenyataan membuktikan, segala teori dan hukum ekonomi tak berlaku bagi kurs yang liar karena permainan.

Kalau kita konsisten, pasar akan respek
Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Dunia perdagangan Forex (Valas) dewasa ini bagaikan dikontrol para fund manager besar yang disebut big boys. Menurut Theo, jumlah big boys yang tercatat saat ini 2.500 orang. Akumulasi modal mereka sekitar AS $ 1.300 miliar, dan dalam keadaan terpaksa bisa mendapat pinjaman hingga 10 kali lipatnya. Jumlah ini sungguh raksasa, sebab cadangan devisa negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD pun kalau digabung tak lebih dari AS $ 700 miliar. Maka bisa dibayangkan betapa konyolnya gagasan untuk melawan spekulan dengan cadangan devisa hanya AS $ 20 miliar, misalnya.
Dari 2.500 big boys itu terbawa serta ribuan orang lain sebagai mitra atau pelaksana. Sudah menjadi kebiasaan, pengambilan posisi para pelaksana ditentukan oleh tokoh besar. Jika Soros, misalnya, mengambil posisi Rp 9.000,- untuk 1 AS $, yang lain pasti mengikuti. Jika esoknya Soros menjual dengan harga Rp 9.500,-, yang lain pun pasti ikut. Semua serempak, dan begitulah nilai mata uang dimainkan.
Kalau mata uang suatu negara dipatok pada nilai tetap, spekulan memang tidak lagi bisa main. Hanya saja, menurut Theo, konsekuensinya ada dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Bagi Theo, reformasi ekonomi apa pun yang dipilih pemerintah tak penting benar, asal bisa mengatasi segenap konsekuensinya. Misalnya, pelepasan batas intervensi mensyaratkan perbaikan ekonomi total, sedangkan pematokan nilai uang mensyaratkan cadangan devisa yang cukup dan perbankan yang sehat.

“Tak bisa pula dilepaskan faktor keberanian bank sentral. Kepada siapa pun yang mau memaksakan kehendak, bank sentral tak boleh setengah hati. Kalau perlu habis-habisan berintervensi. Jika ini terus berlanjut, dan dunia membuktikan konsistensi kita, pasar pun akan segan,” kata Theo. “Betapa pun kuat dan nafsunya spekulan, kalau menghadapi otoritas moneter yang teguh dan konsisten, mereka juga berpikir untuk main-main. Seperti pernah dialami Hongkong, para spekulan menghentikan serbuan karena tahu Inggris berada di belakangnya. Tak seorang pun ragu ketangguhan sistem keuangan Inggris.”
Kasus Indonesia, menurut Theo, adalah bukti kesekian dari pelecehan para big boy terhadap otoritas moneter. Permainan selisih kurs antara Rupiah – AS $ jauh lebih mudah ketimbang permainan selisih kurs Yen – AS $ atau Mark Jerman – AS $ yang didukung otoritas moneter sangat berwibawa, dan karenanya disebut hard currencies. Akibatnya sangat mudah diterka, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, pihak yang acap disalahkan karena dikira ikut-ikutan berspekulasi. Masalahnya, menurut Theo, selain tuduhan itu tak benar karena jumlahnya tak seberapa dibandingan dengan aktivitas pasar uang, pemikiran para ibu sangat simpel. Jika dulu mudah menghitung depresiasi, 3 – 4% setahun, siapa sangka tiba-tiba depresiasi bisa 20% dalam sehari? Kalau punya simpanan Rupiah dan berbunga, katakanlah 40%, pada akhir tahun tak akan mencapai jumlah jika didolarkan. Pada akhirnya memang tak ada pihak yang bisa disalahkan kalau terjadi perburuan mata uang asing, karena negara menganut rezim devisa bebas.

Menggelinding seperti bola salju
Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan.
Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard’s & Poor, sekalipun banyak dicibir, pengaruhnya terhadap pasar sangat besar. Peringkat buruk yang disandangkan kepada Indonesia, Maret lalu, adalah klimaks dari kesulitan eksternal. Alat pembayaran berjangka seperti letter of credit (L/C) tak diterima, investor asing pun tak serta merta datang buat menanamkan modal. “Dengan peringkat itu, pembeli kertas berharga dari Indonesia tak lagi dianggap berinvestasi, melainkan dicurigai mau berspekulasi,” kata Theo. “Kalaupun saya, misalnya, menempatkan diri sebagai broker untuk mendatangkan uang dari investor asing, sekarang ini sangat sulit. Ketidakpercayaan demikian kuat, perlu waktu lama untuk memulihkannya.”
Pasar uang dunia memang sulit dilawan. Kalau kekayaan big boys sangat besar, itu konsekuensi dari hakikat pasar uang. “Istilahnya a snowball business, bisnis yang menggelinding bagai bola salju. Orang harus jadi besar untuk survive.”

Bisnis pasar uang, menurut Theo, menganut filosofi dasar: bukan soal berapa jumlah uang yang akan Anda peroleh, melainkan berapa jumlah uang yang siap Anda habiskan. Gambarannya, jika seseorang kerja keras sepanjang tahun hingga memperoleh uang Rp 1 miliar, akan sangat keliru kalau menggunakannya untuk main forex. Tetapi jika seseorang mendapat lotere Rp 1 miliar, yang Rp 800 juta untuk beli rumah/tanah, Rp 100 juta untuk beli kendaraan, dan sisanya untuk main forex, silakan saja. “Maka, kalau ada seorang fund manager siap menghabiskan AS $ 5 miliar di pasar forex, tak terbayang berapa besar kekayaannya”
Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Bisnis di pasar uang tak sama dengan judi. Kata Theo, jika judi nasib pelaku 100% tergantung pada kartu, “Di pasar uang ada hal-hal yang bisa diperhitungkan dan dicarikan peluang.”
Menurut Theo, ada 7 tingkat yang harus dicapai untuk betul-betul memahami bisnis ini. Selain 4 faktor penentu nilai mata uang yang sudah disebut tadi, ada beberapa hal lain seperti lobi atau hubungan, termasuk kemampuan berbahasa, faktor intelijen alias daya endus informasi, dan hal paling abstrak dan sulit, sehingga orang tak sanggup berpikir lagi. “Misalnya, semua faktor telah terpenuhi, prediksi sudah dilakukan, tapi tak ada action. Ketika faktanya sama dengan yang sebelumnya telah diperhitungkan, muncul rasa sesal kenapa tidak begini kenapa tidak begitu. Itulah yang saya maksud tingkat ketujuh.”

Sekalipun menggiurkan, bisnis di pasar uang penuh kekecewaan. “Karena apa? It’s about money. Orang hanya tergiur melihat angka. Mereka ramai-ramai bermain, sementara tatanan dan hukumnya tak mudah dipelajari. Lagi pula dunia itu sudah dikuasai mafia, big boys, dalam cara kerja yang terintegrasi. Apa pun permainan para pendatang, mafia-lah yang memperoleh keuntungan”
Menurut Theo, setelah perang dingin reda dan komunisme runtuh, tak ada lagi kekuatan yang punya daya penghancur sangat dahsyat selain uang. “Ketika uang menjadi komoditas, dampaknya global. Bencana keuangan di suatu negara segera bisa merembet ke negara lain. Siapa sekarang orang kaya di kawasan krisis yang merasa terjamin hingga 7 keturunan? Tak terbayangkan, uang bisa berlipat kali atau hancur sama sekali hanya dalam hitungan hari.”
Jika ditarik ke dimensi filosofis, kata Theo, krisis ekonomi adalah akibat ulah manusia yang menganggap uang sebagai ideologi. Fakta menunjukkan, miliaran AS $ telah menguap entah ke mana. Lembaga keuangan banyak yang rugi, Soros rugi, demikian pula para big boy. Tak jelas ke mana uang-uang itu pergi.
“Inilah tanda-tanda zaman,” kata Theo. “Tuhan kasih antibiotik untuk mereka yang terlalu menghamba pada uang. Orang kaya pusing, konglomerat pusing. Rasain.”

Main uang karena ingin menikmati hidup
Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. “Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar,” kenangnya.
Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. “Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur,” papar Theo mengenang.

Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 – 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. “Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar.”
Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar forex di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank sentral di Denmark dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis, juga duduk dan bermain di banyak ruang transaksi forex. “Waktu itu kepala dealing room Jakarta pindah, jadi saya disiapkan untuk menggantikannya. Saya sadar, untuk jadi dealer harus punya pengalaman dan cakrawala dengan duduk di pusat keuangan dunia.”
Penempatan dealer di BI sebenarnya bertujuan untuk mengelola cadangan devisa sejumlah AS $ 6 miliar dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Bukan untuk memperdagangkannya. “Maka di luar jam kerja, saya main margin trading atas nama pribadi, bukan BI.”

Setelah 5 tahun bermukim di Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa saja. “Wah, percaya dirilah saya. Pekerjaan BI yang diidamkan banyak orang nggak terlalu menggiurkan lagi,” kata Theo.
Maka, ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan bermain forex membuatnya malas bersekolah. “Jiwa saya player, jadi saya tak jadi masuk LSE meskipun sudah diterima. Saya main valas terus, dan ingin menikmati hasilnya. Saya ingin menikmati hidup bukan sebagai pegawai BI yang bertahun-tahun cuma bisa naik mobil sederhana.”
Saat main margin trading, pertengahan 1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung masuk kantung sendiri. Pokoknya main untuk meramaikan. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang diterka. Dolar turun searah. Tapi sejak 1987, peluang meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.

Soal kesempatan meraup untung memang tak ada yang lebih cepat daripada main valas. “Saya masih ingat, hanya dengan mengangkat telepon dari vila di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat AS $ 60.000 semalam.”
Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Telepon memang diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi. Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya. “Tapi hidup saya tak habis di sana. Apa lagi saya harus membagi pengetahuan kepada banyak orang. Kalau menulis dan bikin analisis, saya tak main. Saya meramal dan menghitung, biar orang lain yang dapat keuntungan.”
Theo tak terikat pada suatu lembaga keuangan. Kalau mau main, ia sendiri yang menentukan. Sejak tahun lalu, ia mendirikan perusahaan jasa konsultasi pasar uang Speed Currency. Bagi yang ingin tahu atau ingin main valas boleh jadi pelanggan. Dengan membayar AS $ 100/bulan, Theo pun memberi analisis dan panduan.
“Cita-cita saya membuat Speed Currency seperti Bloomberg. Ia besar dan disegani, meski awalnya juga dirintis di garasi,” ia menunjuk garasi di rumahnya yang berhalaman luas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga bertindak sebagai fund manager. “Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh, karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar,” kata Theo bangga.

Karena bekerja di rumah, Theo tak terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur.
Theo menganggap, anak-anak lebih memerlukan kebersamaan ketimbang uang. Tak soal ia telah punya vila di Puncak, Jawa Barat, dan hotel di atas tanah 10 ha di Manado. Anak-anak pula yang menghadirkan cerita unik bagi perjalanan hidup Theo. Saat masih di dalam kandungan, kecuali si bungsu Daniel (hampir 2 bulan), mereka berada di tempat yang jauh dari rumah. Dari yang sulung tempatnya paling jauh, sampai si bungsu yang paling dekat. Namun akhirnya semua lahir di Jakarta.

Menurut istrinya, Sandra Pingkan Adriana Lolong (38), si sulung Monika (12) berada di dalam kandungan saat mereka di New York . “Barulah 2 bulan menjelang melahirkan, saya kembali ke Jakarta,” kata Sandra. Begitu pula Abi (9) yang dikandung saat mereka tinggal di London. Keisha (7) anak ketiga, dikandung di Singapura. Sedangkan Dorothea (5) dikandung sewaktu mereka di Manado. Barulah anak ke-5, Daniel, menghabiskan seluruh masa janin hingga lahir di Jakarta.
Jumlah anak sampai 5, bagi pasangan Theo dan Sandra juga cerita tersendiri. Theo memang dari keluarga besar, namun Sandra hanya 2 bersaudara. Setelah kelahiran Abi, keduanya ingin ber-KB. “Tapi apa mau dikata, kebobolan terus. Selain mengalami beberapa kegagalan, saya pun pernah kehilangan spiral,” kata Sandra. “Akhirnya, setelah melahirkan Daniel, saya minta disteril.”
Buat pasangan ini, anak-anak adalah segalanya. Mereka yang terbiasa memanggil “Papa Theo” adalah rekan sepanjang hidup, sekaligus jadi rem manakala Theo terlalu keasyikan bermain uang. (G. Sujayanto/A. Heru Kustara/Mayong S. Laksono)

Financial Freedom

Published on: Kamis, 02 Mei 2013 in
Siapa sih orangnya yang gak mau punya kerjaan atau business atau profesi yang notabene tanpa under command pasti semuanya juga bilang mau..bangun semaunya lalu kerja,..off semaunya, mau kerja atau gak terserah kita, ngatur keuntungan dan kerugian terserah kita,  intinya bebas dalam segala hal yang mengatur dan menentukan adalah kita sendiri.

Hampir dibilang gak ada ah dan mustahil ada kerjaan atau usaha seperti itu, wong yang berbusiness aja masih bisa di complain ama customernya kalau dia salah salah atau kurang memuaskan pelanggannya, he he he.

"Mimpi kali ya ada usaha atau kerjaan atau profesi seperti itu" he he he, Alloh Ta'ala Maha Adil "Everything is Not For Every Ones" bisa dibayangkan jika semua orang jadi pedagang atau jadi Juragan alias boss, atau semuanya jadi dokter dsb gak seru lagi lah hidup ini, sudah sunatulloh dipaksaiin juga kalau memang bukan jalannya tetep aja gk bisa.

Usaha atau business pasti ada resikonya untung maupun kerugian, wong dagang bakso aja bisa rugi, dengan berbagai faktor penyebabnya, pun halnya bidang ini.

Terjun ke Pasar Modal gak gampang baik itu di Option, Index atau saham, Commodities: Emas, Perak, Nikel Oil dsb, ataupun Foreign Exchange.

Namun dalam dunia ini terdapat satu yang dibilang tadi adanya "Financial Freedom", he he he "sorry i am not running with other people capitals just do my own, never ever"..Prosesnya yang berat menuju ke arah sana, semua juga butuh proses, "Nothing Come Instantly" lah,..ada yang kuat menjalani "proses" tersebut dan banyak juga yang tumbang sebelum dapet, bahkan yang kuatpun belum tentu mencapai hasil terbaik.

Disiplin, Sabar, Mind Set Yang tertata baik, Money Management yang bijak, serta System yang terarah adalah komponen yang harus nyatu betul betul ketika menjalanin usaha ini. Sehebat apapun system tanpa yang lainnya percuma.

Yang berhasil dalam bidang ini gak banyak hanya 5% saja, itu yang bisa survive, dan yang benar benar bisa berhasil hanya 3% an saja dari jumlah 5% tsb, Lalu yang 95%nya gagal total dong..?? "IYA BETUL "..lah kenapa..??

Pertama : komponen tadi gak ada ketika mereka menjalankan business ini ( system gak jelas, MM gak bijak tidak sabar dan gak mau disiplin, Mind Set yang tidak tertata rapih). Kedua: ya itu tadi kita kembali pada Sunatulloh " Gak semua Hal untuk semua Orang".

Kita sebut mereka yang sangat - sangat berhasil dalam bidang ini bisa dibilang bapak moyangnya/tokoh investasi dunia: Warren Buffett, George Soros, Jesse Lauriston Livermore, Larry Hite, Richard Dennis, dll nya.
Mereka berhasil dalam bidang ini karena keyakinan, dan disiplin mereka yang tinggi.


lalu yang gagalpun banyak sekali, jangankan mereka yang perorangan Bank pun ada yang tumbang he he he di Indo sendiri salah satunya adalah Bank Duta (1990), Ada Bank Summa yang dinyatakan kalah kliring oleh BI pada November 1992kemudian Barings Bank (1762 to 1995), yang sdh lama berdiri ancurrr karena tradernya yang gak bener  Nick Leeson, lost £827 million atau sekitar ($1.3 billion), he he he.

Risky Right..?? he he he but High Returns..gak ada unsur kira - kira dan kalau di usaha ini, analisalah yang harus jeli..gak seperti mereka yang judi di casino misalnya maen slot mechine masukin koin puter gak bisa bgt, atau maen black jack nunggu kartu dibagi delaer no way, atau seperty yang maen poker dapet kartu AK raise atau all in gak bisa begitu he he he.

Walaupun pada dasarnya semua usaha sama, "butuh analisa dan Forecasting yang jeli" namun dibidang investasi jauh harus lebih jeli lagi...

sukses..

Instaforex No Deposit Social Bonus for $10

Published on: Rabu, 17 April 2013 in
Instaforex give other bonus to their clients..the social bonus for $10, really great and it's paid, how to join or get the bonus is really easy, here is the steps how to get the bonus :


1. open the account here : instaforex social bonus
2. verify your account
3. Like their Website ( FB )
4. wait for 3-5 days working days, after that you'll got messege to your FB inbox the link for verifications
5. got the sms code from them and ready to trade

You the best Instaforex

thank you

Make money on MAYZUS forums!

Published on: Kamis, 11 April 2013 in ,
MAYZUS Investment Company is delighted to invite all traders to a new online community dedicated to financial markets and currency trading – the MAZYUS Forum. MAYZUS clients and all other people interested in Forex trading now have a resource with an exclusive, valuable and interesting information. In order to participate in discussions just register on the forum.
We encourage traders to share their knowledge and experience with each other, and have implemented a payable posting program to promote it. All users receive 10 USD upon registration!
It is very simple:

  1. Register on the forum -> receive 10 USD in your forum account
  2. Communicate with other forum members -> receive 0,25 USD for each post*
  3. Invite a friend to register -> receive 0,05 USD for each friend’s post*
  4. Accumulate 25 USD on a forum account -> transfer it as a trading credit into your MAYZUS trading account**
* post that qualifies for the paid program
** client profiles with the MAYZUS Investment Company must be fully verified.
We provide our clients with an opportunity of a comprehensive communication in their own language on topics related to financial markets, trading, Forex and we are excited to see you in one of our forums:

Russell 2000 ETF Slips Below Uptrend Line

Published on: Rabu, 03 April 2013 in
The iShares Russell 2000 ETF (IWM) has broken below one key technical level, and is fast approaching another. That could provide an important signal as to whether the index continues its slide.
IWM down 0.9% at $91.80, below an uptrend line at $93.25 which started at the November 2012 low and connected lows hit in late February, early March and earlier this week.

Just below is the widely watched 50-day moving average, which comes in today at $91.74.
IWM hasn’t traded below its 50-day moving average since Dec 16.
The Russell 2000 itself is down about 1% Wednesday morning, off 9 points at 925, amid a general market slide. The DJIA is down 0.5%, the S&P 500 is down 0.7%, and the Nasdaq Comp is down 0.5%.

Boost Your Forex Profits With Unique Convergence Strategy: Sell The Rally, Buy The Valley

Published on: in
How professional traders unlock the currencies’ hidden price action, to extract consistent income from the Forex, Stocks & Futures markets. If you are trading Forex, stocks or futures, and looking for the right tools to ensure your success, this book is the best value you can get for your money and your future. In this book, professional trader Vladimir Ribakov takes the reader behind the scenes of the market’s price action,

showing how to maximize profits and identify trading opportunities before the rest of the crowd. This is done using the strategy Vladimir developed throughout the years, which he calls “Sell The Rally, Buy The Valley”. The book comes with a special video webinar over 3.5 hours in length, providing in-depth guidance, real-life examples of trades and additional tips. As an owner of this book, you get exclusive access to the recording of this coaching session.

The unique strategy in this book can be applied successfully to the Forex market as well as for stocks, indices and futures markets, and is intended both for beginner and advanced traders.

Biography:

After years of successfully trading for hedge funds and other financial institutions, professional trader Vladimir Ribakov decided to go independent and trade his own account.

Fast forward several years, and Vladimir Ribakov uses his vast experience of the markets, and his unique methods and strategies, to consistently pull profits out of the Forex and Futures markets.

But that was not enough for Vladimir. Being a social character, he found that he really enjoys sharing his strategies and market insights with his growing community of online followers.

In this book, he shares the powerful armory he uses day after day for his own trading, and provides detailed guidance for his unique strategy.

Buying low and selling high, the essence of trading (not just in financial markets) is often ignored. Even those traders who try to do it, usually end up risking too much or losing altogether.

This book details Vladimir Ribakov’s unique approach to Technical Analysis, which involves detecting Divergences and Convergences, and using them in smart and un-conventional ways, to accurately sell the rallies and buy the values.

50 Pips A Day Forex Strategy

Published on: in
This book is full of good, solid, practical trading information. And you also get a complete trading strategy on Forex. This is a bargain! And so are his other books. Each book gives the reader a unique trading strategy. Your trading benefits from all of his books.

The author gives excellent practical advice on formulating your own trading system - trading with the trend, solid money and risk management, trading with patience, no emotions and no outside influence. He identifies the mistakes trader often make - cutting profits short, letting losses run, revenge trading, and how to avoid them. He shows that the ability to read price action rather than indicators gives the extra edge for successful trading. The best part: He gives his readers a well defined trading system to identify the trend and support/resistance, as well as detailed entry criteria using candlesticks, stop loss and profit targets. In addition he shows you when NOT to trade. This is a complete strategy to trade with. Mr. Damir is a talented writer and teacher. His discussions are excellent and detailed. The concepts are clearly explained. I learned a lot about reading candlesticks from this book. I am testing this system and plan to adopt it as my own.

The author answers questions very quickly and in detail. He will help you in anything you need to understand about his books. After his fast responses I bought all of his books available on Amazon. I started on "Follow Price Action Trends" since I thought this was most likely to be the style of trading I would prefer. He recommended this book "Build Your Forex Trading System" as the starter to give me a better overview of all of his books and a variety of trading styles. I agree, start here. This book will help you understand the differences in the styles. Mr. Damir is making his money trading and has been good enough to help us who are learning to be able to improve our trading. He is not trying to get rich selling courses with empty dreams, like most of the experts. For the knowledge you will gain all of his books are a bargin. His explanation of lot/trade sizing has helped me a great deal more than the other courses I have taken. I recommend you start with this book and buy all of his other books. For the price you will learn far more then you are spending. 

Naked Forex: High-Probability Techniques for Trading Without Indicators (Wiley Trading)

Published on: in


A streamlined and highly effective approach to trading without indicators

Most forex traders rely on technical analysis books written for stock, futures, and option traders. However, long before computers and calculators, traders were trading naked. Naked trading is the simplest (and oldest) trading method. It's simply trading without technical indicators, and that is exactly what this book is about.

Traders who use standard technical indicators focus on the indicators. Traders using naked trading techniques focus on the price chart. Naked trading is a simple and superior way to trade and is suited to those traders looking to quickly achieve expertise with a trading method.

Most forex traders lose because they persist in believing three myths of successful trading. Myth 1: successful trading must be indicator-based. Myth 2: successful trading must be complex. Myth 3: successful trading is dependent on the trading system. Well, it's time to get over these misconceptions and start winning, say authors Alexander Nekritin and Walter Peters in Naked Forex.

Long before computers and calculators, trading was handled without complex technical analysis and indicators. Trading was old school—based on using only price charts—and it was simple, profitable, and easy to implement. In Naked Forex, Nekritin and Peters show you how to successfully trade this way.
This lively, three-part book lays out the authors' techniques in detail. The first part walks you through the fundamentals of forex trading and establishes the ruling tenet of all naked forex trading: price is king. In Part Two, the authors share methods that lead to profits, including using resistance zones, price patterns, transitions, and such intriguing trade setups as Wammies, Moolahs, and the Last Kiss. In the last part of the book, you'll learn to understand your own trading psyche. Mastering your own attitudes toward risk, says coauthor Peters, who is also a PhD in psychology, is how you finally become a true professional trader.
Engaging and informative, this practical guide touches on many provocative topics, including:
  • Is it possible to outwit some of the most determined, intelligent, and well-resourced traders in the world? Find out what it takes
  • The concept of "zones" and the seven most important things you need to know about them
  • Six key stages you must address for every trade
  • Are you a runner or a gunner? When it comes to exiting a trade with money, it's important to know
  • The one secret expert traders all share, why boring is good, and six steps to becoming an expert
  • Why understanding yourself is paramount. What is your attitude towards money? What are your biases? Find out how to find out
Naked trading is liberating, exhilarating, and frees you to focus on markets, instead of the indicators, say Nekritin and Peters. Follow their proprietary techniques to profitability with Naked Forex.

From the Back Cover

Naked Forex
Simplify your way to success in the world of foreign currency trading
Today's forex traders rely mostly on technical analysis books written for stock, futures, and options traders. Yet, long before computers and calculators, trading was handled without this complex and confusing array of indicators. Trading was . . . naked.
Naked Forex reveals powerful and effective techniques for trading without indicators and, instead, teaches you to rely solely on price charts. From an expert author duo that includes the CEO of TradersChoiceFX.com and a professional forex trader who holds a PhD in psychology, you'll discover a liberating system for trading in the forex market, as well as how to tap into your own personality to achieve success.

7 Tips to Maximize Trading Performance

We all know how important it is to find our edge in the markets. Finding an edge could take months even years but once we have acquired such an edge, it is not the end and expecting windfall profits could only be a dream which is as good as wishful thinking. The next step is to work on yourself and develop the right mindset. Here are some tips that can help you Maximise Trading Performance:
1. Focus on implementing your trading plan perfectly for every trade
2. Focus on long term gains For ex. Weekly or Monthly gains as opposed to results of individual trades
3. Track and analyse performance to closest minute detail
4. Evaluate your actions and make changes on regular basis
5. Keep a positive frame of mind
6. Avoid any conversations or thoughts that instil doubts about your ability as a trader
7. Be a teacher, help others maximise their performance, which in turn will maximise your own
To find a systematic method that can help you avoid emotions and discretionary judgement is just the first step. I can’t emphasise enough how important is to then develop the right mindset. Hopefully the tips above help. What do you do to Maximise Trading Performance?

The Top Trader : Richard Dennis

Published on: Selasa, 02 April 2013 in
Richard Dennis


Richard Dennis must be saluted for his skills as a trader and teacher. His instruction to his students the turtles was a great story and trend following philosophy has stood the test of time.
Dennis himself has made hundreds of millions of dollars over the years. But while his students have had successful money management careers, Dennis seems to not mesh well with clients. If Dennis just traded for himself he would be fine (and much richer).

 

"I don't think trading strategies are as vulnerable to not working if people know about them, as most traders believe. If what you are doing is right, it will work even if people have a general idea about it. I always say you could publish rules in a newspaper and no one would follow them. The key is consistency and discipline."
Richard Dennis
"...he placed classified ads proclaiming 'trader wanted,' he got some 1,000 responses from people eager to learn his methods. He settled on fewer than two dozen novices--among them two professional gamblers and a fantasy-game designer--and after a two-week training program, he gave them money to trade under his firm's auspices. Several went on to become top commodity-fund managers..."

 "Unlike Eckhardt (and most other savants) Dennis believed that trading could be taught and learned. Eckhardt belonged to the you're born with it or you're not camp."

COMMODITIES-Broad losses as Q2 opens; corn,copper at 9-month low

Published on: in

* U.S., China factory data; weaker supply-demand disappoints
    * Cyprus bailout still a threat as Europe closed for Easter
    * Caution too before ECB meeting, US jobs data later in week
    * Dollar down versus euro, U.S. stocks retreat from Thurs
record

    By Barani Krishnan
    NEW YORK, April 1 (Reuters) - Grains and metals markets
extended their tumble into the second quarter, with corn and
copper hitting nine-month lows on Monday amid weaker
supply-demand fundamentals and disappointing U.S. and Chinese
manufacturing data.
    Oil prices were mixed as traders remained wary of more
fallout from Cyprus' banking bailout and the impact that could
have on the broader euro zone as European markets reopen on
Tuesday from the Easter break.
    Caution also prevailed before the European Central Bank's
monetary policy review on Thursday, and monthly U.S. payroll
data on Friday. U.S. stocks fell after both the Dow and the S&P
500 retreated from record closing highs of the previous session.
The dollar also fell against the euro and other major
currencies. .
    By 12:20 p.m. EDT (1620 GMT), the Thomson Reuters-Jefferies
CRB index was down 0.6 percent after 12 of the 19
markets tracked by the commodities bellwether slipped into
negative territory.
    The broad decline came after The Institute for Supply
Management's reading of 51.3 for U.S. manufacturing in March
fell short of analysts' average forecast of 54.2.
 
    
    CHINA, U.S. FACTORY GROWTH DISAPPOINT
    In China, the official purchasing managers index for March
came in at 50.9, the highest in 11 months, although a Reuters
poll showed economists had expected a rise to 52.0 from
February's five-month low of 50.1. 
    China's factory data "came in below market expectations,
which could indicate that oil demand growth may not expand quite
as quickly as we would like it to", said Carl Larry, president
of the Houston-based Oil Outlooks and Opinion.
    London's benchmark Brent crude was up 33 cents at
$110.42 a barrel, after a 1 percent drop in the first quarter
which ended Thursday. Its peak for the session was $110.47,
which marked a high since March 15.
    U.S. crude was down 73 cents at $96.51 a barrel,
swinging between a six-week high of $97.80 and an intraday low
of $95.92 during the session. It had gained nearly 6 percent in
the January-March period. 
    On the grains front, corn futures in Chicago dropped to a
nine-month low, extending its biggest two-day slide since
January 2009, as larger-than-expected U.S. stockpiles heaped
pressure on the market.
    The U.S. Department of Agriculture surprised grains markets
on Thursday by pegging corn stocks at 5.399 billion bushels as
of March 1, above the average analyst estimate of 5.013 billion
bushels. The USDA also said farmers would plant the highest corn
acreage since 1936. 
    The front-month corn contract on the Chicago Board of Trade
corn fell as much as 6.3 percent to $6.51-1/2 a bushel,
the lowest nearby price since late June.
    CBOT soybeans fell to a near three-month low, while
wheat hit a three-week bottom, weighed down by corn. Wheat
also posted the biggest fall among U.S. commodities for the
first quarter, falling nearly 12 percent. 
    Among other crops, raw sugar futures flirted with a
2-1/2-year low in New York after losing 9 percent between Jan
and March for a fourth straight quarterly loss due to ample
Brazilian supplies. 
    In metals, the most-active copper futures contract in
Shanghai fell more than 2 percent to 53,600 yuan
($8,600) a tonne, its lowest level in more than nine months,
pressured by a weak euro and new measures to douse China's red
hot property sector. 
    In New York, U.S. copper's most-active contract, May,
was down 0.9 percent at $3.3720 a lb.
    
 Prices at 12:14 p.m. EST (1614 GMT)                        
 
                              LAST      NET    PCT     YTD
                                        CHG    CHG     CHG
 US crude                    96.36    -0.88  -0.9%    4.9%
 Brent crude                110.55     0.53   0.5%   -0.5%
 Natural gas                 4.027    0.003   0.1%   20.2%
 
 US gold                   1599.30     4.50   0.3%   -4.6%
 Gold                      1599.60     3.43   0.2%   -4.5%
 US Copper                  337.20    -3.00  -0.9%   -7.7%
 
 Dollar                     82.706   -1.282  -1.5%    7.7%
 
 
 US corn                    654.25   -41.25  -5.9%   -6.3%
 US soybeans               1395.25    -9.50  -0.7%   -1.7%
 US wheat                   670.75   -17.00  -2.5%  -13.8%
 
 US Coffee                  137.70     0.55   0.4%   -4.2%
 US Cocoa                  2180.00    10.00   0.5%   -2.5%
 US Sugar                    17.72     0.06   0.3%   -9.2%
 
 US silver                  27.955   -0.368  -1.3%   -7.5%
 US platinum               1585.00    13.80   0.9%    3.0%
 US palladium               783.80    15.55   2.0%   11.4%

FOREX-Euro nears 4-month low on fears over Cyprus fallout, yen firmer

Published on: Senin, 01 April 2013 in

* Euro hurt by concerns about Cyprus deal, Italian politics
* Aussie slides after China PMI disappoints
* Thin trade allows yen to firm despite BOJ easing hopes
* BOJ tankan:improvement in sentiment tad weaker than f'cast

By Sophie Knight and Hideyuki Sano
TOKYO, April 1 (Reuters) - The euro sagged on Monday to approach a four-month low on concerns about the spillover from Cyprus' bailout terms, while the Aussie dollar was tripped up after data showed a slower rebound in Chinese factory activity in March than expected.
The yen firmed across the board as a few large purchases of the Japanese currency made a splash on a day with low liquidity and few participants, with most markets closed for Easter holidays.
The euro started the new quarter with a whimper, slipping 0.2 percent to $1.2791, just above a four-month low of $1.2750 hit last Wednesday. The common currency has slid steadily since February, when it hit a 14-month high of $1.3711.
At the weekend, the Cypriot central bank confirmed that major depositors in Cyprus's biggest bank would lose around 60 percent of savings over 100,000 euros, well above the initially touted cut of 30 to 40 percent.
"It wouldn't be unusual for the euro to drop to $1.25. Cyprus also reminded people of all the problems that dissuaded people from buying it before: low growth, unemployment and so on," said Daisuke Karakama, market economist at Mizuho Corporate Bank.
The euro has major support around $1.2680, a 61.8 percent retracement of its July-February rally. But a break there could open the way for a test of last year's low near $1.20.
Borrowing costs in Slovenia, seen by economists as one of the next potential candidates for a euro zone bailout, jumped over 100 basis points in the wake of the Cyprus bailout, while Italian borrowing costs reached their highest since November at a 5-year bond auction last week.
Appetite for Italian debt has been hurt by the deadlock in the country's politics since inconclusive elections a month ago, reinforcing the common currency's weakness.
At the weekend, President Giorgio Napolitano summoned 10 "wise men" to propose a series of urgent measures that could be backed by all parties, but the move offered little hope of overcoming the deep political divisions.
AUSSIE LOSES OUT ON CHINESE PMI Antipodean currencies were also off on Monday after underwhelming Chinese manufacturing data. The official Purchasing Managers' Index (PMI) reached 50.9 in March, stopping short of market expectations of a jump to 52 from February's 50.1. ////////////////////////////////////////////////////////
China PMI and industrial output graphic:///////////////////////////////////////////////////////
The Aussie fell 0.3 percent to $1.0393, edging close to support at its 200-day moving average that now comes in at $1.0383.
The Australian dollar also slumped 0.6 percent to 97.55 yen .
Buying pressure on the yen triggered losses for the U.S. dollar against the Japanese currency. The dollar fell 0.4 percent to about 93.89 yen.
"It looks like someone bought up yen, on a scale that wouldn't usually affect the market, but it caused a spike due to today's low liquidity," said Michiyoshi Kato, senior vice president of forex sales at Mizuho Corporate Bank.
Investors had earlier brushed off a disappointingly narrow improvement in Japanese business sentiment over the last quarter shown by the Bank of Japan's tankan survey, as the focus is more on the central bank's policy review later in the week.
The BOJ is widely expected to scale up its bond buying and to extend the maturities of the bonds it purchases under new Governor Haruhiko Kuroda.
Bets on a radical shift in the BOJ's policy has ramped the dollar up 20.9 percent against the yen in the last two quarters, pushing it to a 3-1/2 year high of 96.71 yen last month.
Market participants said the mood is cautious ahead of the European Central Bank's monetary policy review on Thursday and the monthly U.S. payroll data out on Friday.

The Top Trader : William O'Neil

Published on: in
William O'Neil has been the authoritative voice of investors and stockbrokers all across the United States ever since he formed William O'Neil & Company in 1963; today the company works exclusively with institutional investors. The founder of Investor’s Business Daily and the inventor of the CAN SLIM investment stratagem – which limits losses to a 7% mark and outperforms even the S&P 500 -- O’Neil is a much sought after lecturer and mentor for up and coming stockbrokers and those who need a bit of extra help to get to their next levels of market achievement.
William O'Neil’s career in the fiscal landscape of America began in 1958, when he joined the firm of Hayden, Stone & Company as a stockbroker. Over the course of his initial tenure with the firm, he researched the intricacies of stock trading and also enlisted the help of the earliest available computers to model the successes and failures of stocks. He tabulated stocks all the way back to 1953 to track their developments, successes and also failures.
The fruits of this labor was the development of the CAN SLIM investment strategy, which is actually an acronym standing for current earnings, annual earnings, new product or service – all of these make up the CAN portion – followed by supply and demand, leader or laggard, institutional sponsorship, and finally market indexes, all of which denote the SLIM part.
O’Neill perfected his stratagem to such an extent that he managed to pinpoint consistently well performing stocks simply by ticking them off against his check list. This system has become so successful that it even outperformed the S&P 500. The secret to his success is the loss limitations which are – without exception – set at about 7% or slightly above, preventing the staggering investment losses of recent years.
Following his own guidelines, William O'Neil’s career at Hayden, Stone & Company took off and after only five years, in 1963, he left the firm to start his own investment management and also brokerage firm, known as William O'Neil & Company. At the scant age of 30, he bought himself into the New York Stock Exchange and plied his trade with stellar success.
10 years later, in 1973, O’Neil pioneered O’Neil Data Systems, a company that worked with cutting edge software and hardware components to publish databases. The company is still in business today. Nine years after that, in 1984, the groundwork for Investors Business Daily was laid and suddenly the Wall Street Journal, a publication which thus far had remained unchallenged, had stiff competition.
Over the course of his career, O’Neil veered away from private investors and instead began working with institutional investors on a national level. As of 2009, William O'Neil & Company work with roughly 400 investors and continue to follow the precepts of extensive market analysis to identify solid stocks and limit market losses.
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter!